Sabtu, 04 April 2020

Covid-19

Menganalisa Persebaran Covid-19

April 04, 2020

Nama : Alesyandru Joshi
Kelas : XI U7


Berikut adalah persebaran Covid-19 di Indonesia :

  • DKI Jakarta : Tercatat sudah 808 orang yang positif
  • Jawa Barat : Tercatat sudah 220 orang yang positif
  • Banten : Tercatat 152 orang yang positif
  • Jawa Timur : Tercatat 104 yang positif
  • Sulawesi Selatan : Tercatat 66 orang yang positif
  • DI Yogyakarta : Tercatat sudah 28 orang yang positif
  • Bali : Tercatat sudah 25 orang yang positif
  • Sumatera Utara : Tercatat sudah 22 orang yang positif
  • Kalimantan Timur : Tercatat sudah 21 orang yang positif
  • Kalimantan Barat : Tercatat sudah 10 orang yang positif
  • Papua : Tercatat sudah 10 orang yang positif
  • Kalimantan Tengah : Tercatat sudah 9 orang yang positif
  • Sumatra Barat : tercatat sudah 8 orang yang positif
  • Lampung : Tercatat sudah 8 orang yang positif
  • Kalimantan Selatan : Tercatat sudah 8 orang yang positif
  • Kepulauan Riau : Tercatat sudah 7 orang yang positif
  • Nusa tenggara barat : Tercatat sudah 6 orang yang positif
  • Aceh : Tercatat sudah 5 orang yang positif
  • Sumatera Selatan : Tercatat sudah 5 orang yang positif
Perhitungan yang saya lakukan menggunakan cara berikut ini:

808+220+152+104+66+28+25+22+21+10+10+9+8+8+8+7+6+5+5=1,626

1626 : 20 = 81.3

81.3 adalah rata rata persebaran kasus Covid-19 di Indonesia.

Sekian Terimakasih.

Rabu, 28 Januari 2015

RPP tentang Reaksi Eksoterm dan Endoterm

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

1.
Identitas Mata Pelajaran

Nama Sekolah
:
MAN MODEL PALANGKA RAYA

Mata Pelajaran
:
KIMIA

Kelas / Program
:
XI IPA

Semester
:
GANJIL

Pokok Bahasan
:
TERMOKIMIA

Alokasi Waktu
:
( 2 x 45 ) Menit   ( 1 x Pertemuan )

2.
Standar Kompetensi

1.
Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya.

3.
 Kompetensi Dasar


1.1. Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm, dan reaksi endoterm.

4.
Indikator

1).
2).
Menjelaskan hukum/azas kekekalan energi.
Membedakan sistem dan lingkungan.

3).
Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan menerima kalor (endoterm) melalui percobaan.

A.  Kognitif, diharapkan peserta didik:
1.    Produk:
-       Menjelaskan hukum/asas kekekalan energi.
-       Membedakan sistem dan lingkungan.
-       Membedakan reaksi yang melepas kalor (eksoterm) dan menerima kalor (endoterm) melalui percobaan.

2.    Proses:
-        Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
-        Mengerjakan LKS dengan baik.
-        Mempresentasikan jawaban kelompok didepan kelas.
-        Menyimpulkan hasil diskusi.

B.  Afektif, diharapkan peserta didik:
1.             Karakter:
Siswa mampu menunjukkan sikap dalam penggarapan tugas baik dan benar, artinya siswa menunjukkan karakter religius, kejujuran, tanggung jawab, hati-hati, tekun, cermat, teliti, bersahabat, peduli lingkungan, mandiri dan bekerjasama.
2.             Keterampilan sosial:
Siswa mampu menunjukkan sikap menjadi pendengar yang baik, artinya siswa menunjukkan keterampilan sosial bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, dan berkomunikasi.

C.  Psikomotorik, diharapkan peserta didik :
1.              Beribadah/berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.              Menyelesaikan tugas dengan benar dan tepat.
3.              Keterampilan siswa meningkat setelah mengikuti pembelajaran.

5.
Tujuan Pembelajaran

1.             Siswa dapat menjelaskan hukum/azas kekekalan energi.
2.             Siswa dapat membedakan sistem dan lingkungan.
3.             Siswa dapat membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dengan reaksi yang menerima kalor (endoterm) melalui percobaan.




6.
Materi Ajar

1.
Hukum kekekalan energi

2.
3.
Sistem dan lingkungan
Reaksi eksoterm dan endoterm




Materi Pembelajaran
1.              Hukum Kekekalan Energi
Dalam setiap materi terkandung energi dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda. Energi yang terkandung dalam tiap materi dalam bentuk energi kinetik atau energi potensial. Misalnya energi yang digunakan untuk menggerakkan partikel-partikel dan energi yang digunakan untuk mengadakan interaksi dalam molekul atau energi dalam (internal energi). Melalui proses kimia, energi tersebut dapat diubah menjadi energi bentuk lain, seperti: energi panas, energi mekanik (gerak), energi listrik, dan energi cahaya. Jumlah energi dari semua bentuk energi yang dimiliki zat disebut entalpi standar, dinyatakan dengan notasi H (heat contents = isi panas). Perbedaan entalpi standar yang terdapat dalam tiap zat menyebabkan terjadinya reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
Besarnya entalpi standar yang terkandung dalam tiap zat tidak dapat diukur. Oleh karena itu, dalam pelajaran termokimia tidak menghitung besarnya entalpi standar yang dimiliki suatu zat, melainkan berapa besar perubahan entalpi standar yang menyertai suatu reaksi kimia. Perubahan entalpi standar yang menyertai suatu reaksi dinyatakan dengan notasi ∆H (Delta H).
Perubahan entalpi standar yang terjadi pada reaksi kimia disebabkan oleh perbedaan entalpi standar yang dimiliki oleh setiap zat yang terlibat pada reaksi kimia. Oleh karena itu, besarnya perubahan entalpi standar reaksi ditentukan oleh besarnya entalpi standar zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksi.
Untuk hal ini berlaku rumus:
∆H reaktan     = ∆H pembentukan reaktan (∆H pembentukan zat-zat yang            bereaksi)
∆H hasil          =  pembentukan zat-zat hasil reaksi
∆H reaksi        = perubahan entalpi standar yang menyertai reaksi yang bersangkutan




Contoh:
Pada reaksi : CH4(g) + 2 O2(g)  → CO2(g) + 2 H2O(g)      ∆H = a kkal
maka ∆H reaksi         = ∆H hasil – ∆H reaktan
= (∆H pembentukan CO2 + 2 . ∆H pembentukan H2O – (∆H               pembentukan CH4 + 2 . ∆H pembentukan O2)

2.              Sistem dan Lingkungan
Untuk mengerti termokimia, perlu dipahami konsep sistem dan lingkungan. Pertama, kita akan membahas mengenai sistem. Sistem adalah reaksi atau tempat yang dijadikan titik pusat perhatian. Lingkungan adalah semua hal yang menunjang sistem, atau dengan kata lain, semua hal di luar sistem. Contohnya, bila anda melihat segelas air, maka segelas air adalah sistem, sementara ruangan dan semua lainnya adalah lingkungan.
Ada 3 jenis sistem, berdasarkan transformasi materi dan energinya, yaitu:
1.        Sistem terbuka, yaitu sistem dimana pertukaran materi dan energi keluar masuk sistem dapat dilakukan. Contohnya, air dalam gelas terbuka.
2.        Sistem tertutup, dimana hanya ada pertukaran energi atau materi satu arah. Contohnya, air panas dalam gelas tertutup, dimana hanya panas (energi) dari dalam gelas yang bergerak ke arah lingkungan.
3.        Sistem terisolasi, yaitu dimana tidak terjadi pertukaran materi dan energi sama sekali. Contohnya, air dalam termos.

3.              Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Reaksi eksoterm ialah reaksi yang membebaskan panas. Reaksi eksoterm terjadi jika entalpi standar zat-zat yang bereaksi lebih besar dari entalpi standar zat-zat hasil reaksi. Sehingga pada perubahan kimia sebagian energi dibebaskan ke lingkungan.
Reaksi endoterm ialah reaksi yang rnemerlukan panas. Reaksi endoterm terjadi jika entalpi standar zat-zat yang bereaksi lebih kecil dari entalpi standar zat-zat hasil reaksi. Jadi, untuk perubahan tersebut zat-zat yang bereaksi memerlukan sejumlah energi agar berubah menjadi zat-zat hasil. Reaksi endoterm dapat diamati dengan turunnya suhu sistem, atau diperlukannya energi selama reaksi berlangsung (agar reaksi berlangsung zat harus dipanaskan terus sampai seluruh reaktan berubah menjadi zat hasil).
Bila sistem menerima kalor, maka q bertanda positif, dan bila sistem melepaskan kalor, maka q bertanda negatif. Jika pada suatu proses kalor berpindah dari lingkungan ke sistem, maka proses itu disebut proses endoterm. Jika pada suatu proses kalor berpindah dari sistem ke lingkungan, maka proses itu disebut proses eksoterm.
Pada reaksi eksoterm, karena mengeluarkan kalor maka entalpi standar hasil reaksi (Hh) lebih kecil daripada entalpi standar pereaksi (Hp), sehingga ∆H negatif. ∆H < 0 (karena Hp > Hh)
Pada reaksi endoterm, karena menyerap kalor dari lingkungan, maka entalpi standar hasil reaksi bertambah besar, sehingga Hh > Hp, jadi ∆H positif. ∆H > 0 (karena Hp < Hh).
Contoh penulisan persamaan reaksi dalam termokimia:
C(s) + O2(g) → CO2(g)       + 394 kJ
2 C(s) + H2(g) → C2H2(g)   – 226,8 kJ
Ditulis
C(s) + O2(g) → CO2(g)       ∆H = + 394 kJ
C(s) + H2(g) → C2H2(g)      ∆H = – 226,8 kJ
7.
Metode Pembelajaran


1.
Pendekatan
:
Pendekatan konsep

2.
Model
:
Pembelajaran Cooperatif learning tipe STAD

3.
Metode
:
Ceramah, diskusi, percobaan dan pemberian tugas.

8.         Media Pembelajaran
1.         Alat    :  Papan tulis, alat tulis, LCD, lembar kerja siswa, korek api, gelas aqua, dan sendok.
2.        Bahan : Buku Kimia Kelas XI, kertas, kapur dan lilin.


9.       Kegiatan Pembelajaran
No.
Uraian Kegiatan
Aktivitas Siswa
Alokasi Waktu
A.
Pendahuluan
1.      Pembukaan
a.     Guru mengucapkan salam pembuka.
b.      
c.     Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan basmalah (Bismillahirrahmanirrahim).
d.     
e.     Guru memeriksa kehadiran siswa.

2.       
3.      Prasyarat Pengetahuan
-     Guru menanyakan apakah kalian tahu apa itu energi ? Apa saja jenis-jenis energi yang kalian ketahui ? Apakah kalian mengetahui bunyi dari hukum kekekalan energi ? Bagaimana kaitannya dengan kehidupan sehari-hari ?

Guru menuliskan indikator, tujuan pembelajaran dan materi pelajaran yang akan dipelajari.

Pembukaan
a.     Siswa menjawab salam.
b.      
c.     Siswa mengucapkan basmalah (Bismillahirrahmanirrahim).


d.    Siswa menjawab siapa yang tidak hadir.

Prasyarat Pengetahuan
-       Siswa memberikan gagasan atau ide yang mereka ketahui tentang energi dan bagaimana hubungannya dengan termokimia.
-        

Siswa menuliskan indikator, tujuan pembelajaran dan materi pelajaran yang akan dipelajari.
20 menit
B.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
a.    Guru menjelaskan materi hukum kekekalan energi, sistem dan lingkungan, reaksi eksoterm dan endoterm.
b.    
c.    Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok yang anggotanya 4-6 orang secara heterogen.
d.    
e.    Guru memberikan tugas berupa LKS yang harus dikerjakan oleh masing-masing kelompok.


a.     Siswa menyimak dan memperhatikan yang guru jelaskan.
b.      
c.     Siswa membentuk kelompok.

d.     
e.      
Siswa menerima LKS dan memperhatikan penjelasan pengerjaan LKS dari guru.



60 menit

Elaborasi
j. Guru mengamati dan membimbing siswa mengerjakan LKS.



f.       Siswa mengerjakan LKS.
g.      Siswa mengumpulkan LKS dan memperhatikan pembahasan dari LKS.


Konfirmasi
h.      Guru membimbing siswa berdiskusi didalam kelompok.
i.         
j.        Guru membimbing siswa dalam presentasi kelompok.
k.       
l.        Guru memberi penghargaan bagi kelompok yang kinerjanya baik, cepat dan tepat.

Guru menyuruh siswa menyimpulkan hasil diskusi.

Guru menyempurnakan kesimpulan diskusi dan menuliskan dalam suatu rangkuman.

l.        Siswa berdiskusi dalam kelompok.

m.    Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Siswa merasa puas dengan apa yang didapatkan.

Siswa ikut menyimpulkan hasil diskusi.

Siswa mendengar kesimpulan dari guru.

C.
Kegiatan Penutup
1.      Penekanan konsep
Guru memberikan tugas evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan.

Penutup
a.    Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
b.     
c.     
d.   Guru guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillahirabbil’alamin).


e.    Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam penutup.

1.      Penekanan konsep
Siswa mengerjakan tugas evaluasi.

2.      Penutup
a.      Siswa mendengarkan apa saja materi yang akan dibahas untuk pertemuan selanjutnya.

Siswa mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillahirabbil’alamin)
b.      
c.     Siswa menjawab salam.


10 menit


10.  Perangkat Pendukung Pembelajaran
1.      Lembar Kerja Siswa (LKS).
2.      Kunci Jawaban LKS.
3.      Soal LP 1 Produk.
4.      Kunci Jawaban LP 1 Produk.
5.      LP 2 Proses
6.      LP 3 Psikomotor
7.      LP 4 Karakter
8.      LP 5 Keterampilan Sosial

Palangka Raya,    September 2014 
                                                                                            Praktikan,



Muhamad Wahyono
ACC 111 0030



Mengetahui :
                                                                                                 Yang Memberi Bahan :
Dosen Pembimbing PPL,                                                      Guru Pamong,



     Dra. Sri Wahyutami, M.Si                                                  Dra. Nurlina Sugiri
NIP : 19580527 198303 2 001                                            NIP. 19680627 199603 2 001



                                                    Kepala MAN MODEL
                                                    Palangkaraya,



                                                    Dra. Hj. Susilawaty , M.Pd
                                                    NIP : 19560707 197602 2 001





11.  Alat dan Sumber Belajar
a.         Sumber Belajar :
1.        Silabus Kimia
2.        Buku Paket Kimia, Ari Harnanto, Ruminten. 2009. Kimia 2 Untuk SMA/MA Kelas XI, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

3.        Buku Paket Kimia, Budi Utami, dkk. 2009. Kimia 1 : Untuk SMA/MA Kelas XI PROGRAM ILMU ALAM. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.