Ketika saya lulus dari SMP saya mendaftar di
SMAN-1 KATINGAN HILIR dan di SMAN-2 KATINGAN HILIR dengan berkas saya yang ada.
Pada saat pengumuman kelulusan saya diterima oleh kedua sekolah tersebut, namun
karena sebelum masuk SMA saya sudah punya niat dan tekat yang tinggi untuk
masuk ke SMAN-2 KATINGAN HILIR jadi saya memilih masul di SMAN-2 KATINGAN HILIR.
Awal saya masuk ke SMAN-2 KATINGAN HILIR yaitu pada saat pendaftaran yang
dimana saya diantar oleh ibu saya sendiri. Setelah diterima menjadi siswa di
sekolah SMAN-2 KATINGAN HILIR saya dan teman-teman mengikuti Masa Orientasi
Siswa untuk yang ke dua kalinya. Saya mengikuti kegiatan tersebut pada tanggal
14 Juli 2008, dan setelah selesai mengikuti kegiatan tersebut saya mulai
belajar aktif bersama teman-teman saya yang sangat beragam, ada yang berasal
dari Barito, Kasongan, Pagatan, Kereng Pangi, Talangkah, Talian Kereng dan lain
sebagainya.
Pada
saat Kelas X Semester 1 saya biasa-biasa saja sama seperti teman-teman yang
lainnya namun saya di ejek sama teman-teman karena saya pernah menggunakan
Bentor untuk berengkat ke sekolah namun saya tidak merasa gengsi karena itulah
kemampuan orang tua saya dan saya ingin sukses sama seperti orang lain. Waktu
kelas X ini saya sangat suka olah raga Volly Ball, karena pada saat itu
lapangan sepak bola belum ada namun saya tidak bisa menjadi seorang penyemash
bola dan sebagai toser serta saya tidak bisa memoden bola namun saya diajarkan
oleh teman saya bernama Kosasi. Dia adalah seorang pemain Volly yang handal dengan
smashnya yang sangat luar biasa.
Waktu
semester 1 ini saya berangkat dari rumah paman saya yang saya tumpangi dengan
menggunakan sepeda punya sepupu saya, sekitar kurang lebih saya menggunakan
sepeda tersebut saya merasa kecapean dan akhirnya saya memutuskan untuk
berjalan dari rumah ke sekolah saya yang berjarak 2,5 Km. Pada saat berjalan
ini saya merasa senang karena pada saat di jalan saya di bawa oleh orang-orang
yang arahnya satu tujuan dengan saya dan bahkan saya yang berjalan ini selalu
menjadi orang yang pertama datang ke sekolah setelah penjaga sekolahnya. Dan di
rumah pun saya bangunnya pukul 03.00 karena pekerjaan saya lumayan banyak
seperti menyapu lantai, mengepel, mencuci piring, melap sepeda motor, dan
kadang-kadang juga membersihkan kaca rumah. Karena pekerjaan itulah saya
berusaha bangun pagi terus karena apabila saya terlambat bangun lantas siapa
lagi yang membersihkanya. Itulah resikonya kalau kita tinggal sama orang itu,
namun saya tidak pernah patah semangat dalam melewati hari-hari saya dan saya
termasuk anak rumahan dan jarang sekali keluar rumah. Sedangkan kalau di
sekolah saya di kenal baik oleh teman-teman sebagai siswa pendiam dan sulit
berinteraksi dengan teman-teman lainnya.
Ketika saya
kumpul sama teman-teman anak kelas X, saya diejek oleh teman saya dengan
seorang perempuan yang bernama Lisna Mardiana, karena saya diejek jadinya saya
lagi dan lagi malu sama perempuan tersebut dan saya juga ada perasaan suka sama
dia namun saya juga tidak pernah mengungkapkannya pada siapa pun. Dan perasaan
tersebut saya pendam di dalam hati saya sendiri. Pada saat Semester 1 ini
berakhir saya mendapat Peringkat 1 lagi dari 29 siswa di kelas saya. Namun pada
saat awal Semester 2 saya di percayakan lagi menjadi ketua kelas karena itu
adalah perjanjian kami sebelumnya apabila mendapat peringkat 1 maka dia harus
menjadi ketua kelas dan ternyata saya yang terpilih, serta dengan rasa senang
hati saya menerima hal tersebut. Selama saya menjadi ketua kelas saya sering
berkomunikasi dengan guru-guru yang mengajar kami dan saya juga sangat mengenal
tipe guru-guru tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar