Penulis
: Muhamad Wahyono
Assalamu'alaikum
wr. wb.
Perbandingan
Cinta
CINTA, Cinta adalah suatu
perasaan suka, cinta dan sayang seseorang kepada orang lain. Namun yang paling
penting dan pertama yang harus dilakukan ialah mencintai diri kita sendiri.
Apabila kita bisa mencintai diri kita sendiri, maka saya yakin kita sudah mulai
bisa dan matang dalam mencintai orang lain. Cinta itu muncul dari dalam hati
manusia yang merasakannya, dan tanpa ada
dorongan serta paksaan dari orang lain, itulah cinta yang sebenarnya. Apabila
orang yang baru merasakan jatuh cinta, maka dia akan selalu merasa senang apabila
ada orang yang dia cintai berada disampingnya dan dunia terasa milik berdua.
Namun cinta bisa membahagiakan orang dan juga bisa membuat orang menjadi sakit,
sedih dan kecewa, itulah cinta kepada sesama insan. Kita harus merasa senang
apabila merasakan cinta, karena cinta itu adalah anugerah dan wajib kita
syukuri. Kita juga boleh mencintai orang lain dengan cinta yang berharkat dan
bermartabat. Perbandingannya apabila kita mencintai ALLAH SWT maka kita tidak
akan merasa sedih, sakit dan kecewa namun kita akan merasa senang, aman, damai
dan bahkan hidup kita jadi sejatera
karena ALLAH yang selalu melindungi kita dan hati kita pun selalu terasa
tenteram. Maka dari itu kita harus mencintai ALLAH SWT karena Dialah cinta
sejati kita dan cinta sejati itu bukan kepada sesama insan. Coba kita
renungkan, sebesar apakah cinta kita kepada ALLAH SWT sampai saat ini, sampai
waktu ini, sampai hari ini, sampai jam ini, sampai menit ini dan bahkan sampai
detik ini. Apabila kita merasa bahwa kita belum benar-benar mencintai ALLAH
SWT, maka mulai lah mencintai-NYA walau sedikit demi sedikit. Seperti pepatah
mengatakan "Sedikit demi sedikit dan lama-lama menjadi bukit." Maka
mulai dari sekaranglah kita harus bisa mencerminkan kepada diri kita sendiri
bahwa kita harus bisa mencintai ALLAH SWT dengan ikhlas dari lubuk hati kita
yang paling dalam karena dengan hati ikhlas lah kita akan merasa ringan
melakukan sesuatu hal. Dan disini juga kita bisa belajar bagaimana caranya agar
bisa hidup ikhlas karena ikhlas itu juga perlu dibiasakan dari sekarang karena
apabila tidak dibiasakan maka hal itu akan sulit dilakukan. Maka dari itu
janganlah kita selalu meremehkan hal-hal kecil karena dari hal kecil itulah
kuncinya. Apabila kita sudah bisa ikhlas dengan arti ikhlas yang sebenarnya
maka kita akan dapat dengan mudah menjalankan perintah ALLAH SWT dan menjauhi
larangan-NYA. Coba kita bandingkan apabila orang melakukan sesuatu tanpa ikhlas
dan hanya ingin mendapatkan perhatian dari orang lain, maka orang itu tidak
akan mendapat ridho dari ALLAH SWT tetapi cuma mendapat kesenangan sedikit di
saat itu. Sedangkan apabila orang itu memang keinginan dari lubuk hatinya yang
paling dalam maka orang itu akan mendapat pahala yang berlipat ganda yang tiada
bandingannya. Pandang dan tataplah keadaan yang yang sekarang ini berapa banyak
orang yang terlena karena mereka hanya cinta kepada dunia. Ingat, kita hidup di
dunia ini hanya sementara ibarat kapal berlabuh sebentar sebelum melanjutkan
perjalanannya. Bagi orang yang beriman dia yakin bahwa kita hidup bukan hanya
di dunia ini namun juga di akhirat dan di akhirat kita hidup kekal dan abadi.
Sebelum itu bahwa sudah nyata di seluruh alam semesta ini akan terjadi kiamat
yang paling dahsyat yang tidak ada bandingannya. Setelah semuanya hancur maka
ALLAH SWT akan membangkitkan seluruh manusia yang penah hidup di dunia untuk
diminta pertanggung jawabannya selama hidup di dunia. Ketika pada saat itu
wajah orang yang beriman berseri-seri sedangkan wajah orang yang durhaka kepada
ALLAH SWT terlihat sedih, muram dan kusut. Ketika amal mereka di timbang oleh
ALLAH SWT karena ALLAH SWT lah hakim yang paling mulia. Apabila amal kebaikan
mereka lebih banyak di bandingkan dengan amal keburukan maka dia akan tinggal
di sorga dan kekal di sana. Sedangkan apabila amal keburukannya lebih banyak di
bandingkan amal kebaikan maka dia akan tinggal di neraka. Maka dari itu semoga
saja sedikit tulisan ini banyak manfaatnya bagi kita semuanya dan saya selaku
penulis minta ma'af apabila ada kesalahan pengetikan serta penulisan kata dalam
tulisan ini. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu'alaikum
wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar